Solidarity Actions of the Community of Sant'Egidio are made thanks to volunteer work and are financed by collections, contributes, donations, both public and private. 

Everyone can help:


Money Transfer



Click here to learn more and to donate
CHANGE LANGUAGE
home  sumbangan  newsletter

facebook twitter youtube flickr feedRSS

Dukungan masyarakat

 
7 Januari 2012 | MONGOLIA

Siaran Pers Mongolia telah menghapuskan hukuman mati

Dua tahun kerja sama antara Sant'Egidio dan Kepresidenan Republik Mongolia telah menghasilkan hasil yang luar biasa ini.

Death Penalty, Asia

Tanggal 5 Januari 2012, Parlemen Mongolia telah menyetujui mengadopsi Protokol Pilihan Kedua bagi Konvenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik.
Peningkatan pakta tersebut secara sungguh-sungguh menempatkan negara di hadapan PBB dan komunitas internasional untuk tidak menggunakan lagi hukuman mati dan mengambil langkah-langkah yang perlu bagi penghapusan hukuman mati dalam sistem pengadilan.
Komunitas Sant'Egidio menyambut kabar ini dengan kepuasan dan antusiasme yang besar setelah bekerja sama dan mendampingi langkah demi langkah jalan yang dibuka oleh Presiden Republik Tsakhia Elbegdorj tepatnya dua tahun lalu menuju penghapusan hukuman mati, dengan keputusan sepihak menyatakan penghentian eksekusi dan hukuman.
Sesungguhnya pada tanggal 14 Januari 2010 ketika Kepala Negara mengumumkan dengan mengejutkan dengan keberanian yang besar di hadapan Parlemen keinginan Beliau untuk membebaskan Mongolia dari hukuman mati secepat mungkin.
Komunitas Sant'Egidio telah secara aktif di bidang itu dan bekerja sama secara erat dengan prakarsa Presiden Tsakhia Elbegdorj telah menghubungkan institusi Parlemen Mongolia dengan komunitas internasional dengan menerapkan sinergi.
Bulan Februari 2010, Mongolia mengambil bagian dalam Kongres Keempat Dunia Melawan Hukuman Mati di Jenewa dan di bulan Mei berikutnya, selama Konferensi Kelima Menteri Kehakiman di Roma, yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant'Egidio setiap tahun, keikutsertaan seorang peserta dari pemerintah Mongolia menjadikan kerja sama yang erat antara Sant'Egidio dan rombongan kepresidenan dan dukungan yang berguna bagi rencana Tsakhia Elbegdorj.
Kunjungan sebuah delegasi Komunitas di Ulaan Baatar bulan September 2010 telah menjadi sebuah instrumen dalam pengembangan sebuah ancangan yang lebih rinci dalam sebuah jangka menengah, termasuk prakarsa politik dan budaya -tumbuhnya konsensus parlemen, pertemuan-pertemuan di sekolah dan universitas, kampanye media masa cetak dan televisi, pengumpulan tanda tangan, pelekatan ibu kota dalam hari internasional "hari bagi Kehidupan" pada 30 November- semuanya ini dengan keterlibatan dari Uni Eropa.
Mobilisasi penuh yang dilakukan saat itu mengatasi kerasnya rintangan para pendukung program penghapusan Presiden Elbegdorj: Anggota oposisi dari Partai Revolusioner Rakyat, mayoritas di Parlemen, yang bertekad untuk mempertahankan hukuman mati di negara tersebut.
Tanggal 21 November 2010, hasil pertama yang luar biasa: voting Mongolia menyetujui resolusi untuk moratorium universal Majelis Umum PBB.
Tanggal 18 Oktober 2011, selama pertemuan resmi di Roma dengan delegasi Sant'Egidio, Presiden Elbegdorj mengumumkan bahwa konsensus parlemen mengenai adopsi Protokol Pilihan Kedua- merupakan langkah penting menuju penghapusan hukuman mati- hampir tercapai.
Setelah itu, dalam pesan yang dikirim untuk Kongres keenam Menteri Kehakiman tanggal 29 November 2011, Presiden Mongolia menyatakan kembali resolusi tegasnya untuk membebaskan negerinya dari hukuman mati untuk bergabung dengan komunitas internasional yang berbagi keyakinan yang sama dalam menghargai martabat manusia.
Keputusan tanggal 5 Januari 2012 membangun jalan bagi penghapusan menyeluruh hukuman mati di Mongolia, dan menempatkan negara itu di baris depan kemanusiaan baru di Asia.

BERITA TERKAIT
23 April 2012
JAKARTA CAPITAL REGION, INDONESIA

Persatuan dalam keragaman Kekuatan dialog untuk hidup bersama secara damai dalam masyarakat majemuk

IT | EN | ES | DE | FR | CA | ID
5 April 2012
AMERIKA SERIKAT

Connecticut. Senat menyetujui penghapusan hukuman mati


Komunitas Sant'Egidio memberikan ucapan selamat kepada para senator Connecticut: sebuah iklim budaya baru yang membawa kepada penciptaan harapan baru bagi satu jenis keadilan yang selalu menghargai hidup
IT | EN | ES | DE | CA | ID
10 Februari 2012
JAKARTA CAPITAL REGION, INDONESIA

Program Orang Tua Asuh Indonesia


telah dilaksanakan sejak 2004, dan hingga saat ini lebih dari 500 anak asuh di Pulau Jawa dan Sumatera telah dibantu. "Uluran tanganmu membantuku meraih mimpi"
IT | ES | CA | ID
1 Februari 2012
ROMA, ITALIA

Komunitas Sant'Egidio merayakan hari jadi ke-44. Sekilas di 2011


Liturgi Ekaristi, Basilika Santo Yohanes Lateran pukul 18.30
IT | EN | ES | DE | CA | ID
30 November 2011
ROMA, ITALIA

Paus Benediktus XVI mendorong untuk mencari cara "menghilangkan hukuman mati"

IT | EN | ES | DE | FR | CA | NL | ID
semua berita yang terkait

ASOSIASI PERS
29 April 2012
Valores religiosos

Por mayor diálogo en Indonesia entre cristianos y musulmanes
26 April 2012
Okezone

Kerjasama Muhammadiyah-Community of Sant'Egidio
25 April 2012
La Croix

Sant’Egidio signe un accord avec l’une des plus importantes organisations musulmane
23 April 2012
Chrétienté Info

INDONESIE – Accord entre la Communauté de San Egidio et l’organisation islamique Muhammadiyah
10 Februari 2012
UCAnews

‘Adopt a child’ says Sant’Egidio
semua rilis pers terkait

VIDEO FOTO
Konggres International IV "No Justice without life: Moratorium penghapusan hukuman mati" (3' 20'')

24 kunjungan

24 kunjungan

35 kunjungan

69 kunjungan

55 kunjungan
semua media terkait